Dalam beberapa tahun terakhir, lip liner menjadi elemen yang sangat dominan dalam riasan bibir. Garis tegas, overlined contour, dan kombinasi warna kontras sempat menjadi standar untuk menciptakan ilusi bibir lebih penuh. Namun, memasuki 2026, pendekatan tersebut mulai bergeser. Fokusnya bukan lagi pada garis yang terlihat jelas, melainkan pada efek volume yang tampak lebih halus dan natural.
Di sinilah halo lips muncul sebagai teknik makeup yang diprediksi akan menjadi salah satu beauty trend utama di 2026. Teknik ini banyak dibicarakan setelah diperkenalkan secara luas oleh celebrity makeup artist Katie Jane Hughes, yang dikenal dengan pendekatan makeup yang realistis dan berbasis struktur wajah asli, bukan ilusi berlebihan.
Table of Contents
ToggleApa Itu Halo Lips?
Halo lips adalah teknik riasan bibir yang memusatkan warna di bagian tengah bibir, lalu membangun dimensi di area sekitar bibir menggunakan bayangan lembut alih-alih garis tegas. Efek “halo” sendiri berasal dari bayangan tipis yang diletakkan di area volume bibir, bukan di garis bibir paling luar.
Berbeda dengan teknik lip cuffing atau ombré lips yang mengandalkan kontras warna, halo lips bekerja dengan gradasi yang sangat halus. Tidak ada perbedaan warna ekstrem, dan hampir seluruh hasil akhirnya bergantung pada blending.
Mengapa Halo Lips Dianggap Relevan untuk 2026?
Secara umum, arah tren makeup 2026 bergerak ke hasil akhir yang lebih halus dan menyatu dengan karakter wajah. Kontur ekstrem dan garis tajam mulai ditinggalkan, digantikan dengan teknik blending yang presisi namun nyaris tidak terlihat.
Halo lips menjawab kebutuhan tersebut karena:
- Tidak mengandalkan garis lip liner yang tegas
- Menggunakan bayangan lembut untuk menciptakan dimensi
- Memberikan efek bibir lebih penuh tanpa terlihat “dibentuk”
Area Kunci dalam Teknik Halo Lips
Salah satu poin teknis terpenting dari halo lips adalah memahami area volume bibir. Ini bukan garis bibir alami, melainkan bagian bibir yang secara visual tampak paling “mengembang” ketika wajah dalam kondisi rileks.
Alih-alih menggambar ulang garis bibir, halo lips justru bermain di area ini untuk menciptakan bayangan yang memberi kesan dimensi, bukan outline.
Peralatan Dasar yang Dibutuhkan
Untuk mendapatkan hasil halo lips yang optimal, peralatan yang digunakan relatif sederhana namun spesifik:
- Matte cream bronzer (tanpa shimmer)
- Fluffy brush berukuran kecil atau pencil brush
- Lip contour crayon atau lip liner dengan tekstur creamy
- Lipstick atau lip liner tambahan untuk warna tengah
- Sedikit powder (opsional, untuk set hasil akhir)
Pemilihan tekstur matte menjadi krusial karena shimmer akan menghilangkan efek bayangan yang menjadi kunci halo lips.
Tutorial Halo Lips Step-by-Step
Berikut adalah tahapan teknis yang dapat diikuti untuk mendapatkan hasil halo lips yang rapi dan wearable:
1. Persiapan Bibir
Pastikan bibir dalam kondisi bersih dan lembap. Jika perlu, aplikasikan lip balm tipis lalu blot. Beberapa makeup artist juga menyarankan sedikit powder ringan di bibir agar produk lebih tahan lama dan tidak bergeser.
2. Menciptakan “Halo” dengan Cream Bronzer
Ambil sedikit matte cream bronzer menggunakan fluffy brush. Kerjakan produk ke dalam bulu brush terlebih dahulu agar tidak terlalu pekat.
Aplikasikan bronzer secara ringan di area sekitar bibir, bukan tepat di garis bibir, melainkan di bagian luar area volume bibir. Gunakan gerakan menyapu lembut untuk menciptakan bayangan tipis yang menyatu dengan kulit.
Fokus utama biasanya berada di:
- Area cupid’s bow
- Bagian tengah bawah bibir
- Sudut bibir (dengan tekanan sangat ringan)
3. Menambah Dimensi dengan Lip Contour
Gunakan lip contour crayon atau lip liner berwarna natural. Aplikasikan tepat di dalam area bronzer tadi, masih tanpa mengikuti garis bibir secara presisi.
Setelah itu, blend kembali menggunakan brush yang sama hingga tidak ada batas warna yang terlihat jelas.
4. Aplikasi Warna di Tengah Bibir
Pilih lipstick, lip liner, atau bahkan cream blush dengan warna yang mendekati warna bibir alami. Aplikasikan hanya di bagian tengah bibir atas dan bawah, lalu tap atau blend ke arah luar.
Teknik ini menciptakan ilusi volume dari pusat bibir, bukan dari garis luar.
5. Finishing
Jika perlu, blot kelebihan produk untuk mencegah tekstur menggumpal. Halo lips seharusnya terlihat halus, tidak glossy berlebihan, dan tidak memiliki garis yang tegas.
Halo lips tergolong fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai bentuk bibir dan warna kulit. Teknik ini juga relatif mudah diadaptasi untuk makeup sehari-hari hingga tampilan yang lebih polished, tergantung intensitas produk yang digunakan.Jika Anda ingin tampilan bibir lebih berdimensi tanpa terlihat “tergambar”, halo lips bisa menjadi alternatif yang relevan untuk 2026!
